Thursday, May 22, 2014

Quiet Night Thoughts by Li Bai



The moonlight glistens in front of my bed.

I thought it was the frost on the ground.

I lift my gaze to view the shimmering moon,

Then lower my head, and miss my homeland.

Sunday, September 29, 2013

Funeral Blues by Auden

W.H. Auden died on this day in 1973. He died in Vienna, and was buried in Kirchstetten.






"Stop all the clocks, cut off the telephone.
Prevent the dog from barking with a juicy bone,
Silence the pianos and with muffled drum
Bring out the coffin, let the mourners come.
Let aeroplanes circle moaning overhead
Scribbling in the sky the message He is Dead,
Put crêpe bows round the white necks of the public doves,
Let the traffic policemen wear black cotton gloves.
He was my North, my South, my East and West,
My working week and my Sunday rest
My noon, my midnight, my talk, my song;
I thought that love would last forever, I was wrong.
The stars are not wanted now; put out every one,
Pack up the moon and dismantle the sun.
Pour away the ocean and sweep up the wood;
For nothing now can ever come to any good."




--Funeral Blues (Song IX / from Two Songs for Hedli Anderson)


Monday, October 8, 2012

Aku Ingin oleh Sapardi Djoko Damono

AKU INGIN
 Oleh : Sapardi Djoko Damono

 Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu


 Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

 dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

 awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Thursday, May 10, 2012

T. Alias Taib- Kata Rumah Api




aku lilin meleleh dibakar bulan

aku lilin pedih ditusuk karang

kepada kapal mengantuk

dan kelasi mabuk

kuhantar sepercik cahaya

kepada dua kekasih

yang sedang berkasih

kuhampar sebidang tikar

siapakah pernah mengukur

berapa dalam

sepiku yang riuh?

Tuesday, May 8, 2012

Miracle Fair


Commonplace miracle:
that so many commonplace miracles happen.

An ordinary miracle:
in the dead of night
the barking of invisible dogs.

One miracle out of many:
a small, airy cloud
yet it can block a large and heavy moon.

Several miracles in one:
an alder tree reflected in the water,
and that it's backwards left to right
and that it grows there, crown down
and never reaches the bottom,
even though the water is shallow.

An everyday miracle:
winds weak to moderate
turning gusty in storms.

First among equal miracles:
cows are cows.

Second to none:
just this orchard
from just that seed.

A miracle without a cape and top hat:
scattering white doves.

A miracle, for what else could you call it:
today the sun rose at three-fourteen
and will set at eight-o-one.

A miracle, less surprising than it should be:
even though the hand has fewer than six fingers,
it still has more than four.

A miracle, just take a look around:
the world is everywhere.

An additional miracle, as everything is additional:
the unthinkable
is thinkable.

Wislawa Szymborska


Monday, April 9, 2012

The Red Wheelbarrow-William Carlos William

so much depends

upon

a red wheel

barrow

glazed with rain

water

beside the white

chickens.


The Red Wheelbarrow - Stress and rhythm analysis
LineTextStress patternSyllables
1so much dependsMMuM4
2uponuM2
3a red wheeluM S3
4barrowMu2
5glazed with rainMuS3
6waterMu2
7beside the whiteuMuS4
8chickensSu2

key:

u: unstressed syllable

S: stressed syllable

M: medium stressed syllable

The life that I have

Is all that I have

And the life that I have

Is yours

The love that I have

Of the life that I have

Is yours and yours and yours.

A sleep I shall have

A rest I shall have

Yet death will be but a pause

For the peace of my years

In the long green grass

Will be yours and yours and yours.


Leo Marks

All You Who Sleep Tonight

All you who sleep tonight
Far from the ones you love,
No hand to left or right
And emptiness above -

Know that you aren't alone
The whole world shares your tears,
Some for two nights or one,
And some for all their years.

Vikram Seth

Tuesday, February 14, 2012

Di Luar Padang


Masa adalah ruang diantara kata-kata
yang dihamburkan pada makna
walau kau tak faham apa maksudnya

Tapi aku bercakap juga, kadang-kadang
Walau banyaknya aku hanya berdiam

Mungkin kerana aku penat
dan tak tahu menyusun ayat

Selalunya aku hanya mengangguk, dalam memberi makna
Atau menggeleng bila tak suka

tapi ada juga masa-masanya aku bertutur untuk membuat kau ketawa
Dan menyampaikan berita kecewa

sebagai contohnya, "Hari ini cuaca baik. Petang tak hujan" Kataku.
dan kau akan tersenyum mengiyakannya
Bahasa itu mudah faham kalau kau diluar padang.

Thursday, January 19, 2012

Hamzah Fansuri

Hamzah Fansuri di dalam Mekkah

Mencari Tuhan di Bayt al-Ka`bah

Di Barus ke Quds terlalu payah

Akhirnya dijumpa di dalam rumah





Hamzah `uzlat di dalam tubuh

Romanya habis sekalian luruh

Zahir dan batin menjadi suluh

Olehnya itu tiada bermusuh

Sunday, August 21, 2011

Tuhanku ampuni aku

Rabbighfirli (Tuhanku, ampuni aku)
Warhamni (sayangi aku)
Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
Warfa’nii (Angkatlah darjatku)
Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
Wa’Aafinii (Sihatkan aku)
Wa’fuannii (Maafkan aku)..

Monday, May 30, 2011

Ruang Kemasyukaran


Diantara ruang-ruang kemasyukaran
kita mempersoalkan kemungkaran manusia-manusia semalam
Mereka berbaris disepanjang jalan kegelapan

Mulutnya mendoongak kelangit
Dan tangannya membuka zip panjang

Mereka rindu pada masa keadilan
Tapi mereka berbohong pada diri sendiri

Mereka rindu pada dinding hitam
Tapi tingkap mereka biarkan tertutup sepanjang musim menuai

Kami teguk air sepuasnya
Dan bermimpi untuk malam yang lebih panjang

Disana sini ada bau padi
Disatu sudut ad pak tani berteduh dibawah pokok mangga
Satu tangannya menghalau burung jahat
Satu lagi memegang pinggang reput
suatu hari tanah akan merekah dan kita akan makan kimia

Seribu kata yang kita tutur
Tak satu ayat pun membawa kita ke syurga

Thursday, March 10, 2011

Kambing Hitam


KAMBING HITAM


Mereka kata mereka memerlukan seekor kambing hitam
sebagai korban
Untuk dipersalahkan
pada kerja-kerja yang kau tinggalkan
Menjadi mangsa
Buaya rakus
Manusia dayus yang tak mahu mati-mati

Aku ada disini, kataku
Kejarlah aku kalau kau mampu berlari
Tapai itu hanya filosofi
Omong-omong kosong
dan bukannya realiti

yang sebetulnya kalau kau mengerti aku memerlukan gaji itu
Gaji yang sekangkang kera itu
Untuk hidup
Cuma untuk terus hidup
manusia hipokrit yang mencari sesuap nasi

Kalaulah aku dapat terus berdiri
Akulah kambing hitam yang kau cari
sembelihlah aku
Aku tak lari.


2002

Thursday, November 25, 2010

Christina Rossetti's

Who has seen the wind?
Neither I nor you,
But when the leaves hang trembling,
The wind is passing thro'

Who has seen the wind?
Neither you nor I;
But when the tress bow down their heads,
The wind is passing by

Sunday, November 21, 2010

Dibawah Pokok

Aku duduk dibawah pokok.
masa terhenti.
Tapi pokok masih begoyang ditiup angin.

Tuesday, November 9, 2010


Dalam masa yang singkat ini kita buai kaki pada tapah yang merekah itu.
Kita buai laju-laju
Biar berhayun kita dicelah bumi yang merdeka
Kitabuai laju laju
Biar graviti itu menolak kita keatas
Kita buai laju laju
biar rumput itu menjalar pada tubuh kita dan kita kaku ibarat patung pada hari Pembalasan
Kita buai laju laju
Biar berlipat-lipat badan kita dan rentung dimakan akar
Kita buai laju laju
Sampai tanah yang kita pijak itu tidak lagi melekat pada bumi.

Monday, October 4, 2010

Manusia Yang Lapar




Manusia yang lapar
tetapi terlalu malas untuk mengeluarkan dompet dalam kocek
Dan mengeluarkan note sepuluh ringgit
untuk nasi campur itu
adalah aku.

Selalu sangat aku membuka dompet dan mengeluarkan duit
pada bakinya yang aku sangsi

Lalu aku terus duduk dalam bilik
Kesejukan dalam aircond
Berasa cemburu pada mereka yang tengah makan
dan ada duit dalam dompet.

Okt 2010

Thursday, September 16, 2010


Tanpa Tajuk

Dimana kita sekarang ketika jalan itu sudah kepenghujungnya
patutkah aku mulakan langkah ini kedaerah baru?
Atau berhenti saja disini
dan menyerah kalah pada angin

Dan duduk bersandar dibawah pokok rendang itu menanti posmen tiba.

Jalan ini makin sempit
Dan daunan lebat dari pokok tinggi itu semakin jauh.
Ada yang memrajuk kekiri
dan ada yang merajuk kekanan
ruang untuk aku berpijak penuh dengan tanah selut yang tak boleh dimakan abunya.
Jika aku bakar ia, hari akan jadi lebih panas.

dan payung itu dicipta untuk muat-muat seorang manusia.

Kehidupan yang indah
Ku pandang dangkal.

Terlalu lama aku mendongak menanti hari hujan
Sehingga aku lupa kakiku dimakan anai-anai.

17 Sept 2010

Friday, August 20, 2010


Di pasir yang merintis itu, kau dendangkan lagu semalam

tapi terpalit bunyinya pada rumah yang tak berdinding batu.

Dan aku disini melanggar janji-janji

Ibarat bersedia membunuh diri.

Thursday, April 8, 2010

Tiada Lagi Puisi Malam


Tiada lagi puisi ditengah malam
Malam waktu untuk tidur
dan pagi bangun untuk menonton bola.

Tiada lagi puisi untuk malam
Malam mwaktu untuk bermimpi
dan dalam gelap
jalan tak terarah

Tiada lagi puisi untuk malam
Pokok cantik ditepi tingkap sudah dipotong MBSA
Tiada lagi bayang yang melambai
Waktu sunyi aku menjengukkan kepala

Tiada lagi puisi untuk malam
Radio aku jauh letaknya
Tiada lagi dj malam
dan ksiah-kisah melodic yang menyayat hati.

Tiada lagi puisi untuk malam
malam waktu untuk tidur.
tanpa ada perasaan.